Kamis, 5 November 2020 | 15:10 Wita

Prof Ali Ramdhani Beri Kuliah Umum di UIM. Dorong Lembaga Pendidikan Islam Hasilkan Alumni IHSAN

Editor: Firman Lafiri

UIMsmart.News — Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Prof Dr H Muh Ali Ramdhani STP MT memberikan kuliah umum di Auditorium KH M Zain Universitas Islam Makassar (UIM), Kamis (5/11/2020).

Ramdhani menyampaikan stadium general bertajuk “Strategi Pengembangan Prodi Keislaman pada Perguruan Tinggi”. Ramdhani turut didampingi Ketua Kopertais VIII Prof Hamdan Juhanis MA PhD yang juga Rektor UIN Alauddin, Makassar.

Dalam sambutannya membuka kuliah umum tersebut Rektor UIM Dr Ir Hj A Majdah M Zain MSi menjelaskan komitmen UIM menyelenggarakan pendidikan tinggi dengan landasan qurani dan Aswaja Annahdiyin.

Pada kuliah umum yang dipandu Wakil Rektor V UIM Prof Dr H Arfin Hamid SH MH itu hadir pula sejumlah pimpinan perguruan tinggi, institut maupun pimpinan pondok pesantren. 

Di antaranya dari Universitas Muslim Indonesia, Rektor Institut Agama Islam As’adiyah Sengkang Dr HM Yunus PA MAg dan Rektor Institut Agama Islam Muhamadiyah Maros Dr Firdaus MA.

Juga pimpinan Ponpes Tahfizul Quran Al Imam Ashim Jayadi Amir Lc, Ponpes Tahfizul Quran Assa’adah Maros H Rahmat Nurain Lc, Ponpes Tahfizul Quran Ilmul Yaqin KH Amirullah Amri Lc MA, Ponpes Annahdlah Dr H Afifuddin Harisa Lc MA, Ponpes Madinah Makassar Drs H Sabirin Lc dan pimpinan Ponpes Rahmatul Asri Enrekang Erni Nur SE ME.

Ramdhani menjelaskan pendidikan Islam itu filosofinya untuk melahirkan alumni yang IHSAN (integritas, humanisme, spiritual, adaptability, nasionalis). “Integritas itu ketangguhan dan kejujuran. Tapi kejujuran tanpa humanisme akan terjepak pada cara berpikir yang menyakiti pihak lain,” urainya.

Sedangkan untuk pengembangan pendidikan Islam pihaknya menyelenggarakan strategi dengan pilar learning to know, learning to be, learning to do, learning to living together dan learning how to learn.

“Learning to how learn itu maksudnya UIM harus antarkan mahasiswa belajar cepat apa yang terjadi di masanya untuk hasilkan anak zaman bisa menari bersama zaman,” tuturnya.

Kepada mahasiswa, Ramadhani juga memotivasi, “Orang terpelajar itu masa lalu. Orang terus belajar itu masa depan. Maka budaya belajar harus menjadi bagian dari karakter mahasiswa,” ucapnya.■



BACA JUGA

SULSEL TODAY